Koropak.co.id, Jakarta – Tak hanya fokus pada perjuangan untuk meraih kemerdekaan Republik Indonesia, para Pahlawan Nasional turut berjuang untuk mendapatkan tambatan hatinya yang hingga pada akhirnya melahirkan kisah cinta yang menarik untuk ditelusuri.
Contohnya seperti perjalanan cinta dari Sang Proklamator sekaligus Wakil Presiden Indonesia pertama, Mohammad Hatta atau yang lebih akrab disapa Bung Hatta dalam menemukan tambatan hatinya.
Kobaran jiwa patriot pria berdarah Minang itu membuatnya bertekad untuk tidak akan menikah sampai Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya dan lepas dari belenggu penjajah. Berbulan-bulan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, nyatanya Bung Hatta masih belum juga naik pelaminan.
Hingga pada akhirnya, Bung Hatta pun melabuhkan hatinya pada seorang wanita bernama Rahmi Rahim. Bahkan setelah dilamarkan Presiden Soekarno, keduanya memutuskan untuk menikah pada 18 November 1945. Diceritakan saat melakukan kunjungan bersama Bung Karno sapaan akrab Presiden Soekarno, Bung Hatta bertemu Rahmi di Institut Pasteur, Bandung untuk pertama kalinya.
Meski hanya melihat sekilas, figur yang juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia ini ternyata langsung tertarik pada Rahmi. Setelah itu, Bung Karno pun membantu melamarkan Rahmi yang saat itu usianya 24 tahun lebih muda dari Bung Hatta.
Namun ada satu fakta lain yang menggelitik. Ternyata Rahmi yang dipilih untuk menjadi istrinya itu adalah anak dari mantan kekasihnya. Diketahui, prinsip tak mau menikah sebelum Indonesia merdeka itulah yang membuatnya harus berpisah dari gadis bernama Anni yang tak lain adalah ibunda dari Rahmi. Ia pun kemudian menikah dengan kawan dekat Bung Karno, Abdul Rachim.
Baca: Gusti Nurul dan Penampilannya yang Memukau di Belanda
Fakta menarik lainnya dari kisah cinta Bung Hatta dengan Rahmi adalah ketika buku karyanya dijadikan sebagai mas kawin. Tercatat, Bung Hatta kala itu menyerahkan buku karyanya berjudul “Alam Pikiran Yunani” yang ditulisnya selama masa pembuangan di Boven Digul sebagai mas kawin. Bung Hatta akhirnya resmi mempersunting Rahmi di sebuah vila di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.
Saat itu, Bung Hatta sudah berusia 43 tahun, sedangkan Rahmi baru berusia 19 tahun. Meskipun begitu, perbedaan usia ini nyatanya tak menjadi halangan yang berarti bagi keduanya untuk membina rumah tangga.
Mungkin banyak juga yang mengira bahwa Bung Hatta yang notabene menjadi orang nomor dua di Indonesia saat itu pastinya memiliki kehidupan rumah tangga yang penuh dengan kekayaan. Namun dugaan itu salah, karena pada kenyataannya Bung Hatta dan Rahmi hidup dengan rumah tangga yang sederhana.
Buktinya, Rahmi sendiri harus menabung dengan waktu yang sangat lama untuk bisa membeli mesin jahit favoritnya. Rumah tangga Bung Hatta dan Rahmi juga terbilang harmonis dan berjalan selama 35 tahun.
Dengan berbagai kenangan manisnya, pasangan ini juga dikarunia 3 orang anak diantaranya, Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta. Hingga akhir hayatnya, Rahmi menjadi satu-satunya wanita yang hadir dalam hidupnya sekaligus menjadi perhentian terakhir Bung Hatta setelah menuntaskan keinginannya membawa Indonesia merdeka.











